PSIKOLOGI KOMUNIKATOR



sumber: vecteezy

Definisi Psikologi Komunikator

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Komunikator adalah orang atau kelompok yang menyampaikan pesan kepda komunikan. Sederhananya, komunikator adalah pihak yang menyampaikan pesan. Menurut Kustiawan (2022) psikologi komunikator adalah ketika seorang komunikator berkomunikasi dengan komunikan yang berpengaruh, tidak hanya apa yang akan ia katakan tetapi juga memerlukan "penampilan" yang meyakinkan. Psikologi komunikator adalah bidang studi yang mengeksplorasi bagaimana seseorang memproses, menintrepetasikan pesan dan merespons pesan dalam konteks komunikasi. Dalam hal ini, psikologi komunikasi mencakup aspek kognitif, emosional, dan perilaku dari proses komunikasi, serta bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi efektivitas penyampaian dan penerimaan pesan. 

Aspek-Aspek Utama Dalam Psikologi Komunikator

    1. Proses kognitif, adalah cara bagaimana individu dalam memahami, mengintrepetasikan, dan memproses pesan yang diterima melalui proses komunikasi. 
    2.  Aspek emosional, ialah pengaruh emosi pada cara individu menyampaikan dan menerima pesan, serta dampaknya pada hubungan interpersonal. Misalnya, apabila sang komunikator menyampaikan pesan dengan suasana hati yang sedang marah, maka penerima pesan pun akan menjadi kuran nyaman dan akan berakibat pada hubungan interpersonal yang terjalin.
    3. Perilaku komunikatif, adalah tindakan serta respons yang dihasilkan selma interaksi komunikasi berlangsung, termasuk bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah. Contohnya, apabila seseorang berkomunikasi dalam keadaan formal maka posisi tubuhnya secara tidak langsung biasanya adalah tegap dan tidak bungkuk.
    4. Pengaruh sosial dan budaya, yakni bagaimna norma, nilai, dan konteks budaya memengaruhi pola komunikasi serta persepsi individu dalam melakukan proses komunikasi. Misalkan, apabila seseorang dari suku sunda berkomunikasi dengan seseorang dari suku jawa mungkin akan ada perbedaan pemahaman karena dalam beberapa hal kata nya sama namun artinya berbeda.
    5. Keterampilan komunikasi, artinya kemampuan individu dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif serta kemampuan dalam mendengarkan lawan bicara dan memberikan umpan balik secara konstruktif. 

Mengapa Psikologi Komunikator Penting?

    Ada beberapa alasan mengapa psikologi komunikator menjadi penting. Pertama, efektivitas komunikasi membantu individu dalam menyampaikan pesan secara gamblang namun tetap efektif, sehingga dengan ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahpahaman ketika sengan melakukan komunikasi. Kedua, keterampilan komunikasi yang baik akan memperkuat hubungan interpersonal, baik dalam konteks pribadi maupun profesional. Ketiga, pengetahuan tentang psikologi komunikasi akan membantu dalam mengidentifikasi masalah yang terjadi dala komunikasi dan akan membantu menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif. 
    Keempat, dengan memahami psikologi komunikator serta budaya yang mempengaruhi, maka individu akan dapat lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, atau dapat juga menyesuaikan diri dengan berbagai situasi lain. Kelima, psikologi komunikator akan mendorong pengembangan empati, keterampilan mendengarkan orang lain dengan efektif, serta kesadaran diri.

Sumber: vecteezy

Teori Komunikasi

    Psikologi komunikator sangat berkaitan dengan teori-teori dalam komunikasi, antar lain teori pertukaran sosial, teori harapan, teori pengurangan ketidakpastian, teori atribusi, serta teori interaksional simbolik. 

Teori Pertukaran Sosial

    Pada teori ini dijelaskan bahwa interaksi sosial melibatkan pertukaran sumber daya, yang mana setiap individu menimbang cost and reward dari setiap hubungan yang dijalani agar mendapat reward sebanyak banyaknya namun mengeluarkan cost sesedikit mungkin. Teori ini duganakan untuk memahami motivasi dibalik suatu hubungan, serta keputusan dalam berkomunikasi.

Teori Harapan

    Teori ini mengatakan bahwa setiap individu pasti memiliki harapan tentang bagaimana orang lain akan berkomunikasi dengan diri kita. apabila harapan tersebut tercapai atau tidak tercapai maka akan ada reaksi yang muncul teori ini berguna untuk memperhatikan persepsi serta harapan yang dimiliki oleh individu dan bagaimana hal tersebut akan memengaruhi mereka dalam berkomunikasi.

Teori Pengurangan Ketidakpastian

        Teori ini menjelaskan bagaimana individu berusaha mengurangi ketidakpastian tentang orang lain melalui komunikasi. Teori ini penting apabila seseorang ingin membangun sebuah hubungan baru.

Teori Atribusi

    Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang menjelaskan penyebab dari perilaku mereka sendiri dan perilaku orang lain baik internal maupun eksternal. teori ini akan membantu memahami bagaimana atribusi mempengaruhi interaksi dan penilaian interpersonal.

Teori Interaksional Simbolik

    Teori ini berfokus pada bagaimana individu berkomunikasi menggunakan berbagai macam simbol dan bagaimana makna tersebut diartikan melalui interaksi sosial yang ada. Teori ini digunakan untuk memahami bagaimana identitas sosial danmakna sosial dibangun melalui komunikasi.

Empati dan Kemampuan Mendengarkan


    Empati adalah kemampuan untuk memahami dan juga merasakan apa yang dialami oleh orang lain berdasarkan perspektif mereka. Contohnya, ketika teman bersedih karena dompetnya hilang maka kita akan ikut merasa sedih dan membayangkan bagaimana apabila kita yang kehilangan dompet. Empati memungkinkan setiap individu untuk lebih terhubung dengan lawan bicaranya, dengan adanya hubungan yang kuat maka akan timbul rasa percaya dan rasa dekat dalam suatu hubungan.
    Sementara itu, keterampilan mendengarkan aktif adalah suatu keterampilan atau skill mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, bagaimana kita memahamia dan memberikan umpan balik yang tepat kepada pembicara. Contohnya, ketika seseorang sedang bercerita pada kita maka kita akan fokus pada ceritanya dan tidak asik sendiri, kemudian kita akan memberikan feedback atau respons yang paling sesuai dari cerita mereka. Kemampuan mendengarkan secara aktif ini dapat meningkatkan pemahaman, mengurangi kesalahpahaman, dan akan membangun hubungan yang lebih kuat antara komunikator dengan komunikan. 

Komunikasi Nonverbal

    Dalam memahami psikologi komunikator, kita juga perlu memahami komunikasi nonverbal karena komunikasi nonverbal tidak akan bisa berbohong. Komunikasi non verbal mencakup semua bentuk komunikasi selain lisan dan tulisan. hal ini termasuk gerak gerik tubuh, ekspresi, kontak mata, dan penggunaan ruang pribadi. Komunikasi nonverbal memiliki fungsi untuk melengkapi bahkan menggantikan komunikasi verbal dalam menyampaikan suatu pesan dari komunikator kepada komunikan.
    Jenis-jenis komunikasi nonverbal meliputi ekspresi wajah, gerakan tubuh, kontak mata, proksemik atau ruang pribadi, paralanguage, dan sentuhan.

Sumber: vecteezy

Pengaruh Budaya Pada Komunikasi

    Budaya mencakup nilai, kepercayaan, norma, dan praktik-praktik yang dibagikan dala suatu kelompok tertentu. Budaya yang dijalankan dalam suatu kelompok tentu akan memengaruhi bagaimana setiap individu berinteraksi, memahami, merespons sesuatu dalam komunikasi. Memahami pengaruh budaya dalam komunikasi akana mengurangi kesalahpahaman dalam melakukan kegiatan komunikasi serta membuat hubungan yang terjalin akan menjadi lebih efektif. Ada beberapa elemen budaya yang mempengaruhi komunikasi, antara lain:

1. Nilai dan kepercayaan yang dianut oleh suatu budaya akan membentuk persepsi seseorang terhadap dunia dan mengatur bagaimana cara ia berkomunikasi dengan orang lain.
2. Aturan tidak tertulis atau norma sosial akan mempengaruhi bagaimana seseorang dala  suatu kelompok budaya berperilaku dalam situasi tertentu yang berbeda antara budaya. 
3. Bahasa bukan hanya alat komunikasi namun juga mencerminkan cara suatu individu berpikir dan bertindak dalam suatu budaya. 

Komentar