KOMUNIKASI ORGANISASI: Bagian-Bagian Penting Dalam Organisasi
Penyusun: Diffa Isnaini Kay (202210415030)
Sumber: bakrie.ac.id
Daftar Isi
BAB I: KONSEP-KONSEP DASAR ORGANISASI
A. Pengertian Organisasi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi merupakan satu kesatuan susunan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan yang sama untuk mencapai tujuan tertentu serta kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan yang sama. Menurut Robins (dalam Furqon, 2003), organisasi adalah suatu unit atau kesatuan sosial yang diatur dan dikoordinasikan secara sadar, terdiri atas dua orang atau lebih, yang memiliki fungsi dan bergerak secara terus menerus untuk mencapai suatu atau berbagai tujuan yang sama dari setiap orangnya.
Sedangkan menurut Terry (dalam Siregar, 2021) kata organisasi berasal dari “organisme” yang artinya adalah sebuah struktur dengan bagian bagian yang diintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antara satu sama lain oleh hubungan mereka dengan keseluruhan, sehingga organisasi terdiri dari dua bagian pokok yaitu bagian-bagian dan hubungan-hubungan. Secara singkat, organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
B. Elemen Organisasi
Elemen atau unsur-unsur dalam keterbentukan suatu organisasi menurut Roskina (2020) diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Anggota organisasi
Anggota organisasi merupakan orang orang yang melakukan segala pekerjaan dalam organisasi dan membentuk organisasi tersebut. Orang orang dalam organisasi ini juga terlbat dalam kegiatan yang menggunakan pikiran seperti memikirkan konsep, bahasa yang digunakan, pemecahan masalah serta pembentukan suatu ide. Anggota organisasi juga terlibat dalam kegiatan organisasi yang mencakup emosi dan fisik dari setiap anggotanya.
2. Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan dalam organisasi ini terdiri atas tugas tugas yang sifatnya formal dan informal. Tugas tugas ini akan menghasilkan produk dan memberikan pelayanan dalam organisasi tersebut.
3. Praktik-praktik pengelolaan
Tujuan primer dari anggota organisasi adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha diri sendiri dan usaha Bersama sama. Misalnya dalam suatu Perusahaan, manajer akan membuat Keputusan untuk diri sendiri dan orang orang di sekitarnya, yang berada di bawah jabatannya, memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dalam organisasi untuk menjalankan pekerjaan mereka agar selesai dengan baik.
4. Struktur organisasi
Struktur organisasi ini merujuk kepada hubungan antara tugas yang dilaksanakan oleh setiap anggota organisasi. Struktul organisasi dapat ditentukan oleh tiga variabel kunci, antara lain kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi.
5. Pedoman organisasi
Pedoman organisasi merupakan pernyataan pernyataan yang mempengaruhi dan mengendalikan para anggota dalam organisasi dalam mengambil Keputusan dan juga Tindakan. Pedoman pedoman dalam organisasi ini biasanya terdiri dari pernyataan yang mengandung cita cita, visi dan misi, tujuan, prosedur, dan aturan.
C. Karakteristik Organisasi
Menurut Hellregel dan Slocum (dalam Hajati,2018) ada tiga indicator utama yang apat digunakan untuk mengukur karakteristik organisasi atau organizational practices antara lain:
1. Komitmen dalam tujuan organisasi yang sangat berkaitan dengan keinginan yang kuat supaya tetap menjadi anggota bagian dari organisasi. Anggota akan selalu berusaha mencapai tujuan organisasi.
2. Hubungan dengan tim atau teman kerja yang berkaitan dengan hubungan persahabatan dalam sebuah organisasi dan saling mendukung antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
3. Hubungan dengan atasan, yang berangkut pautan dengan bantuan teknis, arahan, dan perhatian dari atasan kepada bawahannya.
D. Fungsi Organisasi
Henry Fayol (dalam Effendhie, 2011) mengatakan bahwa ada 4 fungsi utama dari sebuah organisasi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Perencanaan merupakan suatu aktivitas Menyusun tujuan Perusahaan kemudian Menyusun rencana untuk mencapai tujuan Perusahaan tersebut. Perencanaan merupakan proses awal yang paling penting dikarenakan fungsi organisasi yang lain tidak dapat berjalan jika belum ada perencanaan yang matang di awal. Agar rencana yang dibuat dapat berhasil maka ada persyaratan dasar yang harus dipenuhi dalam organisasi antara lain memiliki tujuan yang jelas, tidak terlalu sulit dalam melaksanakan rencana, terdapat Analisa pada perencanaan, fleksibel, tanggung jawab yang diberikan sesuai dan seimbang satu sama lain serta sarana prasarana dapat digunakan dengan efektif dan efisien.
Fungsi yang kedua adalah pengorganisasian. Ini adalah suatu pengaturan dalam sumber daya baik itu manusia an juga fisik dalam melaksanakan rencana yang sudah dibuat di awal untuk menapai tujuan organisasi. Pengorganisasian ini meliputi pembagian kelompok dalam tanggung jawab, dan wewenang dalam organisasi, selain itu pengorganisasian juga meliputi pembagian tugas, prosedur dan aturan, hingga pengembangan anggota organisasi. Manfaat adanya pengorganisasian dalam organisasi yaitu pembagian tugas yang jeelas dan tidak semrawut, memudahkan anggota dalam bekerja sesuai dengan bagian tanggungjawabnya, serta mengoordinasikan semua orang yang terdapat dalam organisasi.
Fungsi pengarahan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dalam bekerja pada lingkup organisasi dan menciptakan suasana yang dinamis. Fungsi terakhir yaitu pengendalian, maksudnya adalah kegiatan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja anggota organisasi serta melakukan perbaikan apabila dirasa perlu. Aktivitas dalam pengendalian ini misalnya mengevaluasi keberhasilan dan progress yang sudah dicapai oleh setiap anggota, klarifikasi dan koreksi atas kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan rencana dan juga memberikan Solusi atas masalah yang terjadi dalam organisasi.
BAB II: PERSEPSI DAN KONSEP DASAR KOMUNIKASI ORGANISASI
A. Persepsi Mengenai Komunikasi Organisasi
Menurut Yuliana (2012), di dalam organisasi terdapat visi, misi, budaya, dan iklim dalam organisasi yang menentukan dalam perilaku organisasi itu. Walaupun semua organisasi memiliki ciri khas, setiap organisasi mempunyai satu tujuan untuk mengkoordinasi kegiatan anggota-anggotanya. Persepsi dalam komunikasi organisasi mencakup cara individua tau kelompok dalam organisasi untuk memahami proses pertukaran pesan yang terjadi dalam organisasi. Persepsi ini melibatkan bagaimana suatu pesan dalam organisasi disampaikan, diterima, dan diartikan oleh semua pihak yang ada di dalam organisasi tersebut.
Persepsi mengenai komunikasi dalam organisasi yang baik sering disangkutpautkan dengan transparasi dalam organisasi, saling memahami dan pengertian satu sama lain antar anggota, dan kemampuan organisasi dalam menyampaikan segala sesuatunya dengan baik dan positif.
Sementara itu, perepsi mengenai komunikasi organisasi tidak bisa dikatakan baik apabila di dalam penyampaian informasi terdapat ketidakjelasan, penyimpangan informasi yang disampaikan, hubungan yang kurang bai kantar anggota atau antar kelompok dalam organisasi, dan kurangnya keterlibatan anggota dalam suatu organisasi. Maka dalam suatu organisasi harus tercipta suatu lingkungan yang terbuka dan efektif serta efisien.
B. Definisi dan Konsep Kunci Dalam Komunikasi Organisasi
Komunikasi organisasi yang didefinisikan oleh Pace & Faules (dalam Furqon, 2003) adalah pertunjukan dan pengartian pesan di antara unit-unit komunikasi yang menjadi bagian dalam organisasi tersebut. Sedangkan menurut Arnold & Feldmam (1986) komunikasi organisasi adalah suatu cara bertukar informasi antara orang-orang yang berada di dalam organisasi, dimana proses komunikasinya meliputi tahapan attention, comprehension, acceptance as true, dan retention.
Menurut Arni Muhammad (2009) komunikasi organisasi juga dapat di konsepkan sebagai suatu proses menciptakan dan saling menukar pesan di dalam hubungan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang berubah-ubah setiap saat. Komunikasi organisasi. Konsep-konsep mengenai komunikasi organisasi adalah sebagai berikut:
1. Proses
Organisasi adalah system terbuka yang dinamis dan saling menukar informasi antar sesama anggota organisasi. Karena bertukar informasi dilakukan secara terus menerus, maka komunikasi ini dapat dikatakan sebagai suatu proses.
2. Pesan
Di dalam komunikasi organisasi pertukaran pesan dilakukan oleh seluruh anggota organisasi. Pembagian pesan menurut bahasa dapat dibedakan menjadi pesan verbal dan juga pesan non verbal. Pesan verbal meliputi percakapan, surat, dan segala hal yang berbentuk tulisan dan lisan, sedangkan komunikasi non verbal di dalam organisasi contohnya adalah gerak gerik tubuh, nada suara, ekspresi wajah, dan lain-lain.
3. Jaringan
Ciptaan dan pertukaran pesan yang terjadi di dalam organisasi disebut dengan jaringan. Jaringan komunikasi dapat mencakup dua orang atau lebih bahkan bisa sampai keseluruhan organisasi. Luasnya jaringan organisasi dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah hubungan peranan, arus pesan, dan isi dari pesan.
4. Keadaan saling tergantung
Bila salah satu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh kepada bagian yang lain dalam organisasi. Maka dengan ini apabila pimpinan ingin membuat suatu Keputusan hendaknya memilirkan keuntungan dan dampak bagi organisasi secara menyeluruh.
5. Hubungan
Karena organisasi merupakan suatu system yang terbuka, maka untuk dapat berfungsi harus ada hubungan-hubungan antar manusia dalam organisasi tersebut. Hubungan manusia di dalam organisasi berkisar mulai dari yang paling sederhana antara dua orang hingga hubungan-hubungan yang kompleks.
6. Lingkungan
Lingkungan pada komunikasi organisasi terbagi menjadi dua bagian antara lain lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal yang dimaksud adalah lingkungan yang terdapat di dalam ruang lingkup organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal pada organisasi seperti saingan, teknologi, dan lain lain. Karena faktor lingkungan selalu berubah-ubah, maka setiap orang pada organisasi perlu mengetahui informasi terbaru untuk dapat menciptakan perubahan yang lebih baik bagi organisasi.
7. Ketidakpastian
Ketidakpastian artinya perbedaan informasi yang di harapkan dalam organisasi dengan informasi yang ada di lapangan. Untuk menghindari dan meminimalisir ketidapastian, maka ketika menerima informasi harus melakukan riset terlebih dahulu. Ketidakpastian juga bisa terjadi karena terlalu banyak informasi yang masuk ke dalam organisasi. Bisa juga terjadi karena informasi yang di dapatkan oleh organisasi terlalu sedikit.
C. Fungsi Komunikasi Organisasi
1. Produksi dan pengaturan
Fungsi produksi dalam komunikasi organisasi menyangkut seluruh proses komunikasi yang langsung berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan utama organisasi. Kemudian, fungsi pengaturan dalam komunikasi organisasi adalah pesan-pesan yang memungkinkan para pimpinan dan anggota organisasi untuk mengkoordinasi tugas-tugas yang saling bergantung, juga saling memimpin dan memengaruhi.
2. Pembaharuan organisasi
Hidup dalam organisasi tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sehingga organisasi mendapatkan tekanan yang berlanjut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan. Fungsi pembaharuan dari komunikasi meliputi system saran di seluruh organisasi, riset dan analisa, juga brainstorming. Fungsi komunikasi ini sangat krusial di dalam organisasi yang berada di lingkungan yang suka berubah dan tidak stabil.
3. Pemasyaraakatan atau pemeliharaan
Fungsi komunikasi organisasi pemasyarakatan meliputi komunikasi yang mempengaruhi harga diri dari para anggota organisasi, hubungan antar personal mereka dalam organisasi, dan motivasi untuk menyatukan tujuan-tujuan pribadi menjadi tujuan-tujuan organisasi. Komunikasi sosial meliputi informasi yang mendukung hubungan antara seseorang dengan lingkungan fisik dan manusia yang lain, membantu membangun harapan bersama dengan para anggota organisasi satu sama lain.
4. Fungsi yang dilihat dari konteks hubungan spesifik
Fungsi komunikasi organisasi yang berdasarkan hubungan spesifik artinya adalah hubungan antara atasan dengan bawahan yang meliputi perintah, prosedur, dan program-program latihan untuk mencapai apa yang diharapkan oleh organisasi. Selain itu, ada pula hubungan yang sifatnya horizontal atau sejajar, yang artinya hubungan ini terjalin antara anggota organisasi yang kedudukannya sejajar komunikasi ini terbentuk untuk saling mendukung secara fisik dan emosional.
D. Pendekatan Komunikasi Organisasi
Menurut Roskina (2020), pendekatan dalam komunikasi organisasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu pendekatan makro, pendekatan mikro, dan pendekatan individual.
Dalam pendekatan makro, organisasi dipandang sebagai struktur global yang berinteraksi dengan lingkungan. Dalam hal ini organisasi melakukan aktivitas tertentu seperti memproses informasi dan lingkungan, mengadakan identifikasi melakukan kerjasama dengan organisasi lain serta menentukan tujuan organisasi.
Pendekatan mikro memfokuskan kepada komunikasi dalam unit-unit yang ada di organisasi. Pendekatan yang diperlukan pada tingkat ini adalah komunikasi yang dilakukan oleh setiap anggota kelompok seperti pemberian arahan dan latihan, melibatkan anggota kelompok dalam tugas, menjaga hubungan organisasi, dan mengetahui rasa kepuasan kerja setiap anggota dalam organisasi. Sementara itu, pendekatan indivial berpusat pada tingkah laku individu di dalam organisasi.
Pendekatan makro dan mikro akan sempurna apabila diselesaikan oleh pendekatan individual. Contohnya yaitu berbicara pada kelompok kerja, menghadiri dan berinteraksi dalam rapat, menulis surat, dan berdiskusi untuk mencapai suatu tujuan.
BAB III: MOTIVASI KERJA DALAM ORGANISASI
A. Motivasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar maupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan. Motivasi menurut Robbins (dalam Pramesti, 2016) adalah kesediaan diri untuk mengeluarkan tingkat usaha yang tinggi untuk semua tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual. Menurut Supriyono (2003), motivasi merupakan kemampuan untuk melakukan sestau, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dan dorongan untuk kita agar melakukan sesuatu hal. Motivasi dalam diri seseorang dipengaruhi oleh stimuli kekuatan, intrinsik yang ada pada individu yang bersangkutan. Rangsangan dari luar juga dapat memengaruhi motivasi seseorang, tetapi motivasi itu sendiri yang mencerminkan reaksi individu terhadap stimuli tersebut.
Menurut Pramesti (2016) seseorang akan cenderung termotivasi untuk melakukan sesuatu apabila seseorang tersebut memiliki tujuan kebutuhan, keinginan, harapan, dan lain-lain. Motivasi akan tercipta dalam diri seseorang apabila ada kemauan, kemmapuan, dan kesempatan. Dorongan dalam diri manusia berubah menjadi Upaya. Ketika seseorang sudah berupaya dan kemudian tujuannya tercapai, maka motivasi dalam dirinya akan menurun. Ketika seseorang dihadapkan dengan masalah saat sedang berupaya, terdapat dua kemungkinan, yakni seseorang tersebut akan semakin berusaha keras untuk dapat mencapai keinginannya atau justrru malah menyerah di tengah jalan karena sudah tidak ada motivasi dan upaya lagi.
Kunci keberhasilan dari suatu organisasi adalah ketika sang pemimpin dalam organisasi mampu memotivasi para anggotanya sehingga para anggota organisasi menjadi termotivasi dan akan berupaya mencapai tujuan organisasi.
B. Elemen-Elemen Motivasi
Menurut Purwanto (2014) telah ditemukan hasil analisis terhadap sejumlah teori motivasi berprestasi adalah efikasi diri, nilai-tugas, dan orientasi tujuan. Efikasi diri adalah suatu kepercayaan bagi individu atas kemampuan atau kapabilitas yang sudah dimiliki oleh dirinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang dihadapi dengan baik. Seseorang yang memiliki efikasi diri tinggi akan lebih gigih dan termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam organisasi. Nilai dan tugas yang dimaksud adalah setiap orang pasti berpikiran “kalau saya melakukan ini, apa nilai dan untungnya bagi saya?” maka dari itu nilai yang baik akan menjadi tolak ukur bagi seseorang untuk melakukan tugas yang sama atau bahkan tugas yang lebih berat. Semakin seseorang memahami dan mengusai tugasnya, maka kemungkinan seseorang tersebut terotivasi akan lebih tinggi. Kemudian, yang dimaksud dengan orientasi adalah tujuan atau harapan harapan yang akan dicapai oleh anggota organisasi saat melakukan suatu pekerjaan.
C. Teori-Teori Motivasi
Menurut Roskina (2020), teori teori paling lumrah ketika membahas motivasi adalah merujuk kepada kebutuhan manusia sebagai kekuatan pendorong perilaku manusia. Beberapa contoh teori tentang motivasi adalah sebagai berikut:
1. Teori hierarki
Maslow berpendapat bahwa kebutuhan kita sebagai manusia terdiri dari lima kategori, yaitu fisiologis, keselamatan, rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri. Kebutuhan kebutuhan ini berkembang dalam urutan yang hierarkis. Sehingga dalam hal ini, kebutuhan yang tersusun dalam satu tatanan hierarkis adalah (1) kebutuhan akan aktualitas diri, (2) penghargaan, (3) kebutuhan akan rasa memiliki, (4) keselamatan dan keamanan, dan (5) kebutuhan fisiologis.
2. Teori ERG
Tiga kategori kebutuhan menurut Aldefer (1972) adalah eksistence atau eksistensi, relatedness atau keterkaitan, dan growth atau pertumbuhan. Eksistensi meliputi kebutuhan manusia secara fisiologis seperti makan, minum, dan tidur. Keterkaitan menyangkut hubungan dengan orang orang yang dianggap penting oleh seseorang. Misalnya, keluarga, teman dekat, rekan kerja. Pertumbuhan meliputi keinginan dan kemauan kita untuk bergerak ke arah yang lebih baik lagi dalam hidup.
Alfender menyebutkan bahwa apabila kebutuhan eksistensi tidak terpenuhi maka pengaruhnya dalam motivasi seseorang bisa jadi kuat, dan kebutuhan yang lain masih penting untuk mencapai suatu tujuan. Namun, meskipun suatu tujuan sudah terpenuhi, kebutuhan dapat berlangsung secara kontinu sebagai kunci utama dalam pengambilan Keputusan seseorang.
3. Teori Kesehatan-motivator
Menurut Herzberg (1996) ada dua kegiatan yang memuaskan kebutuhan manusia, antara lain kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan kerja dan kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakpuasan kerja. Kebutuhan yang berkaitan dengan kepuasan kerja disebut motivator, yang mana dalam hal ini meliputi tanggung jawab, prestasi, dan potensi yang berkembang bagi diri sendiri. apabila faktor-faktor tersebut tidak ada dalam suatu organisasi, maka anggotanya akan merasa kurang motivasi tetapi bukan berarti tidak memiliki motivasi sama sekali.
Kebutuhan yang berkaitan dengan ketidakpuasan kerja yaitu maintenance, dimana dalam hal ini meliputi Kesehatan, gaji karyawan, kebijakan yang ada, dan hubungan antar rekan kerja atau hubungan antara atasan dengan bawahan. Faktor ini berkaitan dengan lingkungan, bukan dengan pekerjaan itu sendiri. apabila masalah dalam organisasi diselesaikan dengan baik, maka anggota organisasi akan merasa puas dan termotivasi, namun apabila tidk terselesaikan dengan baik maka anggota akan kehilangan motivasinya dala organisasi karena merasa tidak puas.
BAB IV: KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM ORGANISASI
A. Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal menurut Kusumawati (2016), komunikasi verbal merupakan sebuah proses pertukaran pesan yang menggunakan kata-kata, baik lewat tulisan maupun lewat tulisan. Komunikasi ini paling sering digunakan oleh manusia. Komunikasi verbal digunakan untuk mengutarakan pesan, informasi, emosi, gagasan atau pemikiran dan ide-ide, menyampaikan fakta dan data, bertukar perasaan dan pikiran, bahkan komunikasi verbal digunakan juga untuk bertengkar dan berdebat. Bahasa adalah kunci utama dalam komunikasi verbal. Bahasa yang digunakan oleh pengirim dan penerima pesan biasanya harus sama agar maksud pesan yang disampaikan akan tersampaikan dengan baik kepada penerima pesan.
Komunikasi lewat tulisan adalah suatu bentuk komunikasi dengan menuliskan kata-kata menjadi kalimat-kalimat yang utuh di berbagai media tulis (bahkan bisa lewat ketikan). Komunikasi lewat tulisan biasanya digunakan di dalam organisasi untuk menyampaikan pesan pesan yang sifatnya formal seperti surat undangan, surat teguran, surat konfirmasi, surat permintaan dan penerimaan, surat informasi dan surat pengunduran diri. Komunikasi lewat tulisan juga bisa digunakan dalam organisasi dengan menggunakan catatan catatan kecil. Misalnya lewat sticky note untuk membuat pengingat atau perminytaan permintan sederhana kepada rekan sesama anggota dalam organisasi.
Komunikasi lewat lisan adalah cara berkomunikasi yang menggunakan mulut manusia sebagai alat untuk menyampaikan pesan. Kita sebagai pengirim pesan akan Menyusun kata demi kata di dalam otak kita kemudian akan dilontarkan kepada penerima pesan agar maksud dan tujuan kita tersampaikan dengan baik. Biasanya komunikasi lewat lisan digunakan pada saat pengirim psan dan penerima pesan bertemu secara langsung, namun bisa juga digunakan dengan bantuan media seperti telepon, voice note hingga video call.
Komunikasi non verbal adalah suatu proses pertukaran informasi atau pesan yang disampaikan ari komunikator kepada komunikan namun tidak dengan menggunakan tulian atau lisan. Komunikasi non verbal ini biaanya selalu mengikuti kita ketika kita melakukan komunikasi verbal, jadi komunikasi non verbal itu akan selalu ada setiap saat. Hal hal yang tanpa sadar kita lakukan pun bisa menjadi komunikasi non verbal dan sebagai suatu tanda kalau kita membutuhkan atau sedang ingin melakukan seuatu tanpa harus diucapkan atau diutarakan secara langsung. Komunikasi non verbal biasanya dilakukan secara spontan, maka komunikasi non verbal ini seringkali dianggap lebih menyatakan kejujuran daripada komunikasi verbal.
Komunikasi non verbal dianggap penting karena banyak komunikasi verbal yang tidak efektif hanya karena sang pengirim pesan tidak dapat menggunakan komunikasi non verbalnya dengan baik dan benar dalam waktu yang bersamaan. Dengan menggunakan komunikasi non verbal, oraang lain akan dapat mengambil kesimpulan atas apa yang telah disampaikan oleh komunikator tentang berbagai macam perasaan. Misalnya rasa senang, sedih, kecewa, benci, takut, dan lain-lain. Komunikasi non verbal ini bisa juga digunakan untuk mempertegas dan memperjelas pesan yang disampaikan oleh komunikator sekaligus digunakan untuk memberikan dan menguatkan reaksi komunikan saat menerima pesan dari komunikator tersebut.
B. Komunikasi Organisasi Verbal
Menurut Dipodjojo (dalam Puspitasari, 2022), komunikasi lisan adalah suatu kegiatan individu dalam berusaha menyampaikan suatu informasi atau pesan secara lisan kepada individu lain, beberapa orang, yang bisa disebut sebagai audiens atau majelis. Menurut kurniati (2016), unsur penting dalam komunikasi verbal adalah kata dan bahasa. Kata adalah lambing yang mewakili suatu hal, biak itu orang, barang, kejadian, atau keadaan. Kata kata yang digunakan adalah sebuah sebuah symbol symbol yang maknanya sudah disepakati Bersama sama. Sedangnkan, bahasa adalah suatu sistem daari gabungan symbol symbol yang memungkinkan setiap orang untuk berbagi maksud dan tujuan. Di dalam komunikasi verbal, lambing bahasa yang digunakan adalah bahasa lisan, tertulis di atas kertas, maupun pada media elektronik. Maka dengan ini, jenis komunikasi verbal dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu berbicara dan menulis seta mendengarkan dan membaca.
1. Jelas dan Ringkas
Berlangsung sederhana, pendek dan langsung. Bila kata-kata yang digunakan sedikit, maka terjadinya kerancuan juga makin sedikit. Berbicara secara lambat dan pengucapan yang jelas akan membuat kata tersebut makin mudah dipahami.
2. Perbendaharaan kata
Penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti oleh seseorang akan meningkatkan keberhasilan komunikasi. Komunikasi tidak akan berhasil jika pengirim pesan tidak mampu menterjemahkan kata dan uacapan.
3. Arti konotatif dan denotative
Makna konotatif adalah pikiran, perasaan atau ide yang terdapat dalam suatu kata, sedangkan arti denotative adalah memberikan pengertian yang sama terhadap kata yang digunakan.
4. Intonasi
Seorang komunikator mampu mempengaruhi arti pesan melalui nada suara yang dikirimkan. Emosi sangat berperan dalam nada suara ini.
5. Kecepatan berbicara
Keberhasilan komunikasi dipengaruhi juga oleh kecepatan dan tempo bicara yang tepat. Kesan menyembunyikan sesuatu dapat timbul bila dalam pmbicaraan ada pengalihan yang cepat pada pokok pembicaraan.
6. Humor
Humor dapat memningkatkan keberhasilan dalam memberikan dukungan emosi terhadap lawan bicara. Tertawa membantu mengurangi ketegangan pendengar sehingga meningkatkan keberhasilan untuk mendapat dukungan.
Tim yang kokoh adalah tim yang selalu bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas yang ditetapkan oleh pimpinan demi kepentingan perusahaan. Membangun tim yang solid memerlukan pendekatan yang tepat, seperti melalui komunikasi yang efektif. Sebaliknya, komunikasi yang tidak sehat dalam perusahaan dapat menyebabkan konflik antar anggota, baik itu konflik personal maupun terkait pembagian tugas. Jika hal ini terjadi, keberadaan tim solid akan terancam, dan tim dapat terpecah menjadi kelompok-kelompok yang saling bertentangan. Hal ini memiliki risiko tinggi dalam hal urusan internal perusahaan, karena dapat berdampak negatif pada kinerja karyawan, bahkan menyebabkan penurunan kualitas kinerja secara signifikan.
C. Klasifikasi Pesan Komunikasi Organisasi
Menurut Mardhiah (2018), pesan adalah susunan symbol yang memiliki berbagai arti tentang suatu kejadian yang dihasilkan dari interaksi antara dua orang atau lebih. Komunikasi akan efektif apabila dalam pesan yang dikirimkan artinya sama dengan pesan yang diterima oleh seseorang sehingga tidak salah pengertian. Pesan dalam komunikasi organisasi sangat penting dan dapat terbagi menjadi beberapa klasifikasi, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Klasifikasi pesan secara bahasa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Pesan yang termasuk verbal dalam organisasi misalnya adalah pidato, percakapan, memo, sedangkan pesan yang termasuk komunikasi non verbal dalam organisasi yaitu misalnya sentuhan, nada suara, mimic wajah, dan lain lain.
2. Klasifikasi pesan menurut penerima dapat dibedakan menjadi pesan internal dan pesan eksternal. Pesan pesan yang sifatnya internal alam suatu organisasi berarti pesan tersebut khusus dipakai untuk anggota yang ada di dalam organsasi saja. Misalnya memo, bulletin, dan rapat internal organisasi, sementara itu, pesan psan yang sifatnya eksternal dalam organisasi digunakan untuk memenuhi kebutuhan organisasi tersebut dengan pihak pihak yang berada di luar organisasi. Misalnya iklan, advertorial, dan lain lain.
3. Klasifikasi pesan dengan berdasarkan bagaimana suatu pesan tersebut disampaikan terbagi menjadi beberapa bagian. Sebagian besar komunikasi dalam klasifikasi ini menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak. Yang dimaksud dengan perangkat keras adalah alat alat elektronika atau seperangkat arus listrik, misalnya mengirim pesan melalui telepon, komputer, radio, dan lain lain. Sedangkan perangkat lunak adalah kemampuan suatu individu dalam mempergunakan pemikiran, bakat menulis, berbicara dan mendengarkan agar komunikator dapat berkomunikasi dengan komunikan dengan baik. Yang termasuk dalam perangkat lunak ini misalnya bercengkrama langsung, rapat, interview, dan lain lain.
4. Klasifikasi pesan berdasarkan tujuan sang komunikator dan komunikan. Ada tiga alasan utama bagi arus pesan di dalam komunikasi, yaitu berkesinambungan dengan tugas tugas yang ada, pemeliharaan organisasi dan juga kemanusiaan.
D. Fungsi Pesan Dalam Organisasi
Fungsi pesan dalam organisasi terbagi menjadi beberapa hal, diantaranya adalah pengelolaan informasi, koordinasi, pengambilan Keputusan, motivasi dan keterlibatan, penyelesaian konflik, pengembangan budaya organisasi, hubungan interpersonal, dan pelaporan serta evaluasi organisasi.
Pengelolaan informasi artinya pesan dapat membantu dan mengelola segala yang ada di dalam organisasi. Hal ini termasuk dengan pengiriman instruksi instruksi pekerjaan, SOP atau aturan atudan dan kebijakan dalam organisasi, serta informasi informasi lainnya yang bersifat penting dan kurang penting sesame anggota organisasi.
Pesan juga membantu dalam mengoordinasikan tugas tugas dan kegiatan kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh anggota organisasi. Koordinasi yang sesuai dengan bantuan pesan akan membuat kita dapat mengetahui bahwa semua anggota dalam organisasi memiliki hak dan kebwajibannya masing masing.
Komunikasi yang menggunakan pesan pesan berperan penting dalam proses pengambilan Keputusan di dalam organisasi. Informasi yang jelas dan akurat dapat emmbantu pimpinan organisasi dan anggota organisasi mengambil Keputusan yang baik dan tepat.
Pesan yang dirancang dan disusun dengan baik dapat memotivasi karyawan. Ketika atasan atau rekan anggota memberikan pesan pesan yang baik seperti pujian, pengakuan, dan arahan yang jelas maka akan memberikan dampak positif dan motivasi bagi orang yang menerima pesan pesan tersebut. Ketika orang telah menapatkan pujian dan motivasi telah terbangun, maka orang tersebut akan merasa memiliki keterikatan dan keterlibatan dalam organisasi tersebut.
Penyelesaian konflik dalam organisasi juga dapat dilakukan melalui pertukaran pesan. Pesan dapat membantu membuka arah komunikasi menjadi lebih teratur dan akhirnya masalah masalah yang ada di dalam organisasi akan terselesaikan dengan baik dan efisien.
Pesan dalam organisasi juga memiliki keterlibatan dengan pengembangan budaya yang ada di dalam komunikasi. Pean pesan yang disampaikan atau sering digunakan lama kelamaan akan membentuk nilai, norma, dan tujuan ke dalam diri setiap anggota dalm organisasi. Pesan yang terus menerus digunakan dan disampaikan secara kontinu akan memperkuat iddentitas organisasi anggota organisasi, dan tujuan Bersama dalam organisasi.
Pesan memainkan peran penting dalam membangun daan memelihara hubungan interpersonal dengan sesame anggota organisasi. Hal ini melibatkan komunikasi sehari hari dengan sesame anggota organisasi dan juga dengan atasan atau pimpinan dalam organisasi. Hal ini juga berhubungan dengan pelaporan dan evaluasi, pesan digunakan untuk memberikan laporan terkait dengan kinerja yang telah dilakukan oleh seluruh anggota dalam organisasi dan setelah itu akan diadakan evaluasi. Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan setiap anggota dan memperbaiki sesuatu yang dirasa kurang dari organisasi dan anggota organisasi tersebut.
E. Jaringan Komunikasi
Jaringan komunikasi adalah individu individu yang saling terhubung satu sama lain yang dihubungkan dengan arus komunikasi yang sudah memiliki pola (Rogers dan Kincaid (dalam Hapsari, 2016)). Terdapat dua unsur utama dari jaringan komunikasi. Petama, actor yang artinya suatu jaringan komunikasi melihat peristiwa dari sisi actor (mikro bukan makro). Kedua, relasi atau hubungan bagaimana actor actor tersebut berinteraksi antara yang satu dengan yang lainnya. Menurut eriyanto (2015) istilah jaringan komunikasi setidaknya digunakan dalam tiga situasi yang berbeda.
Pertama, jaringan komunikasi sebagai Teknik menganalisis data. Analisis jaringan ini dipakai pada tahap analisis terutama menggunakan perangkat lunak dan jaringaan sosial. Kedua, jaringan komunikasi sebagai metode. Analisis jaringan ini posisinya sama dengan eksperimen. Ketiga, jaringan komunikasi sebagai teori. Jaringan komunikasi atau jaringan sosial yakni seperangkat konstruk yang menghubungkan dan menjelaskan realitas.
F. Komunikasi Organisasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pertukaran pesannya tanpa menggunakan tulisan atau lisan. Dale G. Leathers (1976) menyebutkan enam alasan mengapa pesan non verbal sangat signifikan, yaitu:
a. Faktor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi inter- personal. Ketika kita mengobrol atau berkomunikasi tatap muka, kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan-pesan nonverbal. Pada gilirannya orang lainpun lebih banya ’membaca’ pikiran kita lewat petunjuk- petunjuk nonverbal.
b. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan noverbal ketimbang pesan verbal.
c. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi, dan kerancuan. Pesan nonverbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar.
d. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. Fungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memeperjelas maksud dan makna pesan. Diatas telah kita paparkan pesan verbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen, dan aksentuasi.
e. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan verbal. Dari segi waktu, pesan verbal sangat tidak efisien. Dalam paparan verbal selalu terdapat redundansi, repetisi, ambiguity, dan abtraksi. Diperlukan lebih banyak waktu untuk mengungkapkan pikiran kita secara verbal.
f. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. Ada situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan dan emosi secara tidak langsung. Sugesti ini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit (tersirat).
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Roskina, Sitti. & Haris, Ikhfan. (2020). Komunikasi Dalam Organisasi (Teori dan Aplikasi).
Siregar, Robert Tua., Enas, Ujang., Dkk. (2021). Komunikasi Organisasi.
Jurnal dan Artikel:
Hajati, D. I., Artiningsih, D. W., & Wahyuni, N. (2018). Pengaruh Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan dan Karakteristik Organisasi terhadap Kinerja Pegawai (Studi pada Politeknik Kotabaru). Jurnal Bisnis dan Pembangunan, 7(1), 1-10.
Effendhie, M. (2011). Pengantar Organisasi. Organiasi Tata Laksana Dan Lembaga Kearsipan, 1-90.
Yuliana, R. (2012). Peran komunikasi dalam organisasi. Jurnal STIE Semarang, 4, 131687.
Kusumawati, T. I. (2019). Komunikasi verbal dan nonverbal. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 6(2).
Kurniati, D. P. Y. (2016). Modul Komunikasi verbal dan non verbal. Univ Udayana Fak Kedokt.
Nurrohim, H., & Anatan, L. (2009). Efektivitas komunikasi dalam organisasi. Jurnal Manajemen Maranatha, 8(2), 11-20.
Hapsari, D. R. (2016). Peran jaringan komunikasi dalam gerakan sosial untuk pelestarian lingkungan hidup. Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia, 1(1), 25-36.

Wahh sangat insighful kak :)
BalasHapussangat informatif sekali kak
BalasHapusmaterinya menambah wawasannn, keren diffaaa
BalasHapuskeren kak, materinya sangat mudah untuk dipahami
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih kak!
BalasHapus